A.
Teori Atom
Dalton
Terdapat 3 pokok dari teori atom yang dikemukakan oleh
Dalton, yaitu
1. Atom
merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tak dapat dibagi lagi
2. Atom-atom
bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Misalnya
air terdiri atas atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen.
3. Reaksi
kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom
atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.
Dalton
memodelkan model atomnya sebagai bola pejal.
(Model atom Dalton)
A.
Teori
Atom Thomson
Menurut Thomson, Atom adalah bola
padat bermuatan positif dan di permukaannya tersebar elektron yang bermuatan
negatif. Thomson memodelkan model atomnya seperti roti yang ditaburi kismis
sehingga teori atom Thomson biasa disebut dengan teori atom roti kismis.
(Model atom Thomson)
A.
Teori
Atom Rutherford
Menurut Rutherford, Atom adalah
bola padat bermuatan positif dan di permukaannya tersebar elektron yang
bermuatan negatif. Rutherford memodelkan model atomnya sebagai lintasan spiral.
(Model atom Rutherford)
Berdasarkan model atom yang ia
kemukakan, terdapat kelemahan pada teori atom ini yaitu, Rutherford tidak dapat
menjelaskan mengapa electron tidak dapat jatuh ke inti atom. Berdasarkan konsep
fisika, seharusnya ada tarikan antara elektron yang bergerak dan inti atom
karena adanya perbedaan muatan diantara kedua partikel tersebut yang
mangakibatkan energi electron akan berkurang dan dapat jatuh ke inti atom.
A.
Teori
Atom Bohr
Menurut Bohr, Atom terdiri atas
inti yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron yang bermuatan
negatif di dalam suatu lintasan. Ini dapat menjawab kelemahan dari teori atom
sebelumnya. Bohr memodelkan teori atomnya sebagai lintasan energi, dimana
electron tersebar pada kulit tertentu yang memiliki tingkatan energi yang
berbeda.
(Model atom Niels Bohr)
Berdasarkan model atom ini, dapat
ditemukan bahwa electron dapat berpindah dari tingkatan energi yang satu ke
tingkatan energi yang lebih tinggi atau lebih
rendah dengan memancarkan atau menerima energi sehingga energi pada elektron
tidak akan berkurang. Ini disebut dengan spektrum atom. Agar dapat pindah ke
tingkatan energi yang lebih tinggi, elektron harus menerima energi, dan agar
dapat pindah ke tingkatan energy yang lebih rendah, elektron harus memancarkan
energi. Namun, teori atom ini masih terdapat kelemahan, yaitu hanya dapat
menjelaskan spektrum atom yang berelektron tunggal.
A.
Teori
Atom Mekanika Kuantum
Terdapat
3 ilmuwan yang menjadi dasar dari teori atom mekanika kuantum ini.
1. Louis De
Broglie, mengemukakan asas dualisme partikel, yaitu elektron dapat bersifat
sebagai partikel karena memiliki massa, dan dapat bersifat sebagai gelombang
karena berperilaku seperti cahaya.
2. Werner
Heisenberg, mengemukakan asas ketidakpastian, yaitu letak elektron itu tidak
pasti karena memiliki kecepatan yang sangat besar.
3. Erwin Schrodinger, mengemukakan asas probabilitas, yaitu kita tidak dapat menemukan
lokasi pasti elektron dalam suatu atom, kita hanya dapat menentukan
kebolehjadian posisi dari elektron tersebut.
Teori
atom ini digambarkan sebagai bola yang di dalamnya terdapat elektron tersebar
secara acak, karena memang kita tidak dapat menentukan secara akurat letak dari
elektron dalam atom itu di mana.
(Model atom Mekanika Kuantum)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar