Kamis, 30 April 2020

TEORI ATOM



A.   Teori Atom Dalton
Terdapat 3 pokok dari teori atom yang dikemukakan oleh Dalton, yaitu
1.    Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tak dapat dibagi lagi
2.    Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Misalnya air terdiri atas atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen.
3.    Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.

Dalton memodelkan model atomnya sebagai bola pejal.

(Model atom Dalton)

A.   Teori Atom Thomson


Menurut Thomson, Atom adalah bola padat bermuatan positif dan di permukaannya tersebar elektron yang bermuatan negatif. Thomson memodelkan model atomnya seperti roti yang ditaburi kismis sehingga teori atom Thomson biasa disebut dengan teori atom roti kismis.

(Model atom Thomson)
A.   Teori Atom Rutherford
Menurut Rutherford, Atom adalah bola padat bermuatan positif dan di permukaannya tersebar elektron yang bermuatan negatif. Rutherford memodelkan model atomnya sebagai lintasan spiral.

(Model atom Rutherford)

Berdasarkan model atom yang ia kemukakan, terdapat kelemahan pada teori atom ini yaitu, Rutherford tidak dapat menjelaskan mengapa electron tidak dapat jatuh ke inti atom. Berdasarkan konsep fisika, seharusnya ada tarikan antara elektron yang bergerak dan inti atom karena adanya perbedaan muatan diantara kedua partikel tersebut yang mangakibatkan energi electron akan berkurang dan dapat jatuh ke inti atom.

A.   Teori Atom Bohr
Menurut Bohr, Atom terdiri atas inti yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif di dalam suatu lintasan. Ini dapat menjawab kelemahan dari teori atom sebelumnya. Bohr memodelkan teori atomnya sebagai lintasan energi, dimana electron tersebar pada kulit tertentu yang memiliki tingkatan energi yang berbeda.

(Model atom Niels Bohr)

Berdasarkan model atom ini, dapat ditemukan bahwa electron dapat berpindah dari tingkatan energi yang satu ke tingkatan energi yang lebih tinggi atau lebih  rendah dengan memancarkan atau menerima energi sehingga energi pada elektron tidak akan berkurang. Ini disebut dengan spektrum atom. Agar dapat pindah ke tingkatan energi yang lebih tinggi, elektron harus menerima energi, dan agar dapat pindah ke tingkatan energy yang lebih rendah, elektron harus memancarkan energi. Namun, teori atom ini masih terdapat kelemahan, yaitu hanya dapat menjelaskan spektrum atom yang berelektron tunggal.



A.   Teori Atom Mekanika Kuantum
Terdapat 3 ilmuwan yang menjadi dasar dari teori atom mekanika kuantum ini.

1.    Louis De Broglie, mengemukakan asas dualisme partikel, yaitu elektron dapat bersifat sebagai partikel karena memiliki massa, dan dapat bersifat sebagai gelombang karena berperilaku seperti cahaya.

2.    Werner Heisenberg, mengemukakan asas ketidakpastian, yaitu letak elektron itu tidak pasti karena memiliki kecepatan yang sangat besar.

3.    Erwin Schrodinger, mengemukakan asas probabilitas, yaitu kita tidak dapat menemukan lokasi pasti elektron dalam suatu atom, kita hanya dapat menentukan kebolehjadian posisi dari elektron tersebut.

Teori atom ini digambarkan sebagai bola yang di dalamnya terdapat elektron tersebar secara acak, karena memang kita tidak dapat menentukan secara akurat letak dari elektron dalam atom itu di mana.


(Model atom Mekanika Kuantum)